NEWS
DETAILS
Kamis, 25 Jun 2015 10:08 - Satu Hati Kaltim

Jakarta - Honda Scoopy sejak 13 Mei mendapat jantung baru dengan teknologi eSP, seperti yang dipakai BeAT eSP. Nah dengan berganti jantung, pastinya ada perubahan performa, konsumsi bensin dan impresi berkendara. Makanya OTOMOTIF penasaran untuk menguliknya, bagaimana sih berkendara harian pakai skutik yang dijual Rp 16,25 juta OTR Jakarta ini?

Berikut hasilnya! • Tim OTOMOTIF
 


 

Performa
Pakai mesin eSP, paling beda tentu kala menyalakan mesin, enggak ada lagi suara bletak dari starter. Sekarang halus banget tanpa suara! Ini salah satu kelebihan dan kecanggihan ACG starter.

Dari mesin eSP pula bisa disematkan Idling Stop System (ISS). Ketika berhenti lebih dari 3 detik, maka mesin otomatis mati, dan jika gas kembali dibuka langsung menyala tanpa jeda. Eh iya jangan kaget saat mesin mati terasa ada goyangan tambahan, itu merupakan swing back, bagian dari ACG starter. ECM memposisikan kruk as pada posisi piston di langkah buang sehingga saat mesin menyala kembali jadi ringan.


 

Mesin berkapasitas murni 108,2 cc ini performanya cukup baik di tarikan awal sampai menengah, tepatnya sampai 60 km/jam. Pakai Racelogic tercatat butuh waktu 7,1 detik saja. Untuk naik ke 80 km/jam terbilang lambat, apalagi ke 100 km/jam, sangat lama!

Di trek 1 km, top speed di spidometer maksimal 100 km/jam, sedang di Racelogic 96 km/jam, lebih tinggi dari klaim Honda yang hanya 91,6 km/jam. Untuk jarak 201 meter ditempuh dengan waktu 13,5 detik. Data lain simak di tabel ya.

Data Test
0-60 km/j: 7,1 detik
0-80 km/j: 14,1 detik
0-100 km/j: -
0-100 m: 8,4 detik (@64,7 km/j)
0-201 m: 13,5 detik (@78,7 km/j)
0-402 m: 22,1 detik (@88,4 km/j)
Top speed spido: 100 km/j
Top speed Racelogic: 96 km/j
Konsumsi bensin: 47 km/lt ]
 


Konsumsi Bensin
Pakai mesin eSP diklaim lebih efisien, benarkah? Pengukuran dengan dipakai harian sehingga kondisi jalan yang dilalui lengkap dari macet, lancar di kala siang dan malam. Diukur pakai metode full to full dengan bensin RON 92 sebanyak 3 kali dan diambil angka rata-rata, ternyata mesin berpasokan bensin PGM-FI ini mampu menempuh jarak 47 km tiap liternya. Pengukuran dilakukan tester berpostur 173 cm 63 kg berkarakter agresif dan ISS diaktifkan.



 

Riding Position & Handling
Posisi duduk enggak ada perubahan tentunya, tetap nyaman dan santai dengan jok rendah dan dek agak tinggi. Jok kendati tipis namun masih nyaman untuk perjalanan harian. Hanya posisi pembonceng agak menurun ke belakang memang sedikit mengganggu saat akselerasi, bisa melorot.

Handling Scoopy dengan jarak sumbu roda 1.256 mm dan bobot 96 kg terbilang lincah. Namun rancangan sasis yang kaku bikin kurang pede saat awal-awal pemakaian, menikung kencang cenderung melebar, namun lama-kelamaan bisa diatasi dengan sedikit main badan. Untungnya redaman suspensi tergolong empuk, sehingga lewat jalan keriting tetap nyaman.



 

Fitur Tambahan
New Scoopy eSP dibekali beberapa fitur tambahan, pertama ada remot answer back system yang menyatu dengan kunci. Dengan fitur ini mencari letak motor di parkiran lebih mudah, karena saat dipencet akan muncul suara dan sein berkedip.

Kedua, pakai lampu proyektor. Sinarnya memang sedang-sedang saja, saat pendek tampak menyebar dan kala pakai lampu jauh terlihat fokus dengan titik mengecil khas proyektor. Terakhir kini dibekali ban tubeless, pastinya jadi lebih aman dari ranjau paku, karena enggak langsung kempis.
 


Akomodasi
Asyiknya bawa New Scoopy eSP dipakai harian yang sering harus bawa barang, lantaran ditunjang bagasi luas. Kapasitasnya 15,4 liter, sehingga helm half face pun bisa masuk. Cara buka joknya dengan memencet tombol di samping kontak sangat mudah. Sementara di bawah setang ada 2 konsol tambahan, bisa untuk menaruh botol minum dan sarung tangan. (otomotifnet.com)

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK